
Umumnya para petani berharap setiap tahun bisa tanam tiga
kali. Dimana musim rendeng (penghujan),
wali’an (musim kedua) dan musim ketigo (kemarau). Tapi tak jarang untuk musim
ketigo banyak petani yang tidak dapat memanfaatkan lahannya untuk bercocok
tanam karena debit air di Waduk pacal yang sangat minim.
Waduk pacal yang di bangun pada tahun 1933 ini kini sudah
tidak mampu mengaliri kebutuhan akan pertanian yang ada di 10 kecamatan di
kabupaten Bojonegoro. Hal ini di karenakan sedimen lumpur yang sangat tinggi,
sehingga tidak mampu menampung persediaan air yang cukup. Beberapa upaya sudah
di lakukan oleh Pemerintah Kabupaten setempat. Tapi karena ketebalan dan tertutupnya gorong-gorong out oleh kotoran
(kayu, akar dan ranting pohon) tidak mampu di bersihkan.

Untuk pengunjung yang penasaran dengan Waduk Pacal bisa
melakukan perjalanan dari Bojonegoro kota menuju arah nganjuk, kurang lebih 30
KM. setelah perjalanan dapat menikmati indahnya salah satu Waduk yang menjadi harapan bagi
para petani yang ada di Bojonegoro dan semoga kedepan ada peningkatan di bidang kepariwisataan. (iwan siswoyo)
Website tempat belajar berbagai hal tentang Koperasi dan UMKM(Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Mulailah menjadi wirausaha muda mandiri !!